Loncat ke konten utama

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Misi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Menjadi corporate citizen atau warga dunia usaha yang baik bagi Trakindo lebih lebih dari sekedar program atau niat baik. Hal ini sudah tertanam pada misi perusahaan dan menjadi nilai-nilai dasar perusahaan yang menjadi pedoman bagi seluruh karyawan Trakindo.

Sebagai perwujudan misi Trakindo untuk membangun perusahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi sebanyak mungkin rakyat Indonesia, Trakindo mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan karakter yang tinggi. Untuk itu Trakindo berupaya menerapkan tanggungjawab sebagai warga korporat yang baik dengan menitikberatkan pada pilar-pilar corporate citizenship Trakindo yaitu di bidang Pendidikan, Lingkungan, Kesehatan, dan Bantuan Kemanusiaan.


corporate citizenship

Pendidikan

Trakindo memiliki kepedulian yang tinggi dalam memajukan pendidikan di Indonesia karena pendidikan merupakan fondasi bagi pembangunan karakter bangsa dan individu yang beretika. Program bantuan pendidikan yang diberikan Trakindo bersifat holistik, mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sampai Politeknik.

Di tingkat Sekolah Dasar, Trakindo mencanangkan Program Bantuan Pendidikan bagi 40 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dalam rangka ulang tahun perusahaan ke-40 di tahun 2010 yang lalu. Bantuan pendidikan ini menyebar ke seluruh Indonesia dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua. Program ini meliputi tiga hal yaitu: renovasi fisik sekolah untuk menciptakan kegiatan belajar-mengajar yang aman, nyaman dan kondusif; pendampingan sekolah melalui pelatihan guru, dan bantuan pendidikan siswa (beasiswa) untuk murid yang berprestasi dari keluarga yang memerlukan bantuan. Lebih dari 15.000 murid dan 1.000 guru telah mendapatkan manfaat dari program ini. Trakindo meyakini bahwa pendidikan berkarakter harus ditanamkan dari usia dini, hal inilah yang melatarbelakangi pencanangan bantuan dari Trakindo ke 40 SDN.

Trakindo juga secara aktif terlibat dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia tingkat SMK dan Politeknik untuk diserap oleh dunia industri. Sejalan dengan pengalaman dan keahlian Trakindo di bidang alat berat, Trakindo mengembangkan program studi alat berat di 9 SMK dan 6 Politeknik di seluruh Indonesia sejak tahun 1996. Program ini meliputi pengembangan kurikulum dan materi pelajaran, sarana dan alat-alat pendukung, pelatihan kerja atau On the Job Training (OJT) bagi siswa/ mahasiswa serta pelatihan staf pengajar dan instruktur di Training Center Trakindo.

Trakindo bangga telah menjadi pionir dalam pengembangan kurikulum alat berat yang berbasis karakter dan telah disahkan menjadi kurikulum nasional. Dengan kurikulum berbasis karakter ini, para lulusan telah dipersiapkan untuk memiliki integritas yang tinggi. Lebih dari 3.000 siswa/mahasiswa telah diserap oleh Trakindo dan industri alat berat lainnya serta lebih dari 100 guru telah mendapatkan manfaat dari program ini.


Health

Kesehatan

Tanggung jawab Trakindo sebagai warga korporat juga diwujudkan dengan program kesehatan, bantuan kemanusiaan, dan aksi sosial lainnya. Trakindo menganggap keselamatan kerja dan kesehatan bagi para karyawan adalah salah satu prioritas utama dalam melakukan kegiatan operasionalnya.

Kegiatan kesehatan pada masyarakat juga rutin dilakukan, seperti kegiatan donor darah yang diselenggarakan di berbagai kantor Trakindo di seluruh Indonesia serta bekerjasama dengan perusahaan lain dalam kegiatan operasi bibir sumbing. Pada perihal HIV/AIDS di tempat kerja, lebih jauh dari memberikan dukungan terhadap program pemerintah, Trakindo juga adalah anggota aktif dari IBCA (Indonesia Business Coalition on AIDS).


Environment

Lingkungan

Komitmen Trakindo dalam pembangunan berkelanjutan juga meliputi penyelenggaraan praktik-praktik lingkungan yang benar. Beberapa inisiatif telah diambil Trakindo dalam perwujudan kepedulian lingkungan sebagai salah satu prioritas dalam beroperasi. Trakindo mendukung langkah untuk menggunakan biofuel untuk alat berat. Cabang-cabang kami memaksimalkan pemakaian air seperti pembuangan air dari cucian alat berat (washpad) untuk bisa didaur ulang selain, juga memonitor alur keluar dan masuk air yang digunakan.

Praktik lainnya, dilakukan konservasi air, dimana air yang digunakan berasal dari air permukaan yang mengalir di saluran air milik umum. Air yang masuk akan diproses secara khusus untuk mengurangi kandungan logam beratnya sehingga tidak hanya dapat digunakan untuk keperluan workshop, tapi juga untuk kebutuhan toilet dan lainnya. Sementara itu, sebelum dilepas ke lingkungan sekitar, air dari workshop dimasukkan ke dalam fasilitas oil trap untuk memisahkan air dari oli dan bahan bakar sisa. Ini untuk memastikan air yang dibuang tidak mengandung bahan berbahaya dan secara rutin air buangan tersebut diuji oleh institusi terkait. Sementara itu oli bekas juga dikelola pihak ketiga yang memiliki izin sah dari pemerintah. Untuk mengurangi limbah oli bekas, beberapa workshop Trakindo mengaplikasikan teknologi kidney loop, yang berfungsi membersihkan oli, sekaligus bisa membantu pelanggan menghemat biaya untuk pembelian oli baru dengan cara oli yang sudah dipakai disaring kembali dengan filter dan diukur kebersihannya.

Trakindo juga telah mengenalkan teknologi untuk memperpanjang pemakaian pelumas kepada para pelanggannya. Dari upaya itu, ada peningkatan pemakaian oli, dari interval penggantian setiap 2.000 jam menjadi 8.000 jam, sehingga penghematan terhadap pemakaian oli pun bisa diwujudkan.

Dari sisi penghematan energi, fasilitas-fasilitas Trakindo telah mengurangi penggunaan lampu di siang hari dan menggunakan cahaya matahari (sky light) untuk bekerja. Pada metode ini, atap didesain sedemikian rupa agar matahari masih dapat tembus menyinari ke dalam ruangan kerja.


Relife

Bantuan Kemanusiaan

Trakindo juga aktif berpartisipasi dalam bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban bencana. Pemulihan ekonomi masyarakat, mobilisasi alat berat dan donasi untuk kebutuhan pokok lainnya adalah berbagai aktivitas Trakindo dalam Compassionate Relief. Hal ini terlihat ketika Trakindo secara serius turun tangan membantu korban bencana Merapi, Mentawai dan Wasior di tahun 2010 dengan melakukan pemberdayaan masyarakat disana dan dipantau secara rutin agar dapat kembali pulih secara ekonomi setelah bencana. Perusahaan dan para karyawan juga bersama-sama menggalang dana dan turun ke lokasi menolong para korban pada saat bencana banjir terjadi di beberapa kota di Indonesia akhir-akhir ini.

Melalui pelaksanaan program Corporate Citizenship, Trakindo ingin memberikan manfaat nyata bagi para seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat untuk mencapai tujuan akhirnya yaitu pembangunan berkelanjutan.